Kekalahan tim Persija Jakarta dalam laga melawan Sriwijaya FC Palembang di babak semi final Liga Djarum Indonesia 2007, Rabu (6/2) malam, membuat para pendukung tim 'Macan Kemayoran', The Jak, mengamuk seusai pertandingan. Mereka mencoba menyerang para pendukung Sriwijaya FC yang ada di tribun sektor 12 dalam Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
Kekalahan 0-1 yang ditelan Persija Jakarta dari Sriwijaya FC di babak semi final Liga Djarum Indonesia 2007 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (6/2) malam, mengecewakan puluhan ribu pendukung setianya.
Tak ayal, jelang akhir pertandingan, pendukung setia Persija yang tergabung dalam Jak Mania melampiaskan kekecewaannya dengan melancarkan serangan kepada sejumlah pendukung setia Sriwijaya FC yang berada di tribun sektor 12. Para pendukung setia Persija yang memang jumlahnya jauh lebih banyak terlihat melempari pendukung Sriwijaya FC yang mengenakan seragam kuning-kuning.
Tak ayal, mereka pun harus kocar-kacir mencari perlindungan agar tidak terkena lemparan.Tidak puas menyerang pendukung Sriwijaya FC, mereka lalu melakukan pembakaran. Titik api sempat muncul dari sektor 6, 7 dan 12. Untugnya, aparat keamanan segera memadamkan api tersebut, sehingga tidak menghanguskan kursi dan benda-benda lainnya yang berada di tribun tersebut.
Ini tentu sangat ironis dengan status Jak Mania yang merupakan peraih penghargaan suporter terbaik di ajang Copa Dji Sam Soe Indonesia 2007. Semestinya, dengan status tersebut, mereka bisa lebih dewasa menerima hasil akhir pertandingan. Sayangnya, hal itu tidak bisa dilakukan. Tindakan anarkis dan brutal masih saja dilakukan oleh suporter tim asal ibu kota ini. Padahal, dengan begitu, maka bukan tidak mungkin sanksi dan hukuman berat menanti mereka.
Kamis, 07 Februari 2008
Selasa, 05 Februari 2008
Mutiara Hitam Siap Tempur
Pelatih Persipura, Raja Isa, mengatakan pasukannya sudah siap tempur menghadapi PSMS Medan pada laga semifinal, Rabu (6/2) di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan. Tekad untuk meraih kemenangan sudah di usung jauh-jauh hari saat mereka masih berada di tanah Papua.
“Kami harus memenangkan pertandingan kalau kami ingin lolos ke final. Walaupun untuk itu kami harus berjuang, karena PSMS tim yang bagus dan ditangani pelatih berpengalaman Freddy Muli,” kata Raja Isa.
Pelatih asal Malaysia itu mengatakan telah menginstruksikan para pemainnya agar tampil disiplin, tidak menganggap enteng PSMS, dan pandai mengawal pertahanan tim. “Semua pemain PSMS berbahaya, mereka lengkap mulai dari kiper, belakang, tengah, sampai depan, punya skill di atas rata-rata,” kata Raja.
Raja juga mengungkapkan timnya akan menampilkan permainan yang normal, seperti saat mereka bermain di babak Delapan Besar. “Kami akan langsung menyerang dari menit awal, dan saya akan menurunkan formasi permainan seperti yang biasa kami turunkan saat berlaga di babak Delapan Besar,” kata Raja.
PSMS Tak Gentar Lawan Juara Grup B
Sementara itu lawannya PSMS Medan juga tak mau mengalah, mereka mengatakan telah bertekad untuk meraih kemenangan lawan Persipura, apapun ceritanya, kata pelatih Freddy Muli, tim asuhannya tidak gentar menghadapi tim Persipura.
Freddy sadar betul tim yang akan dihadapi adalah tim solid, ditambah lagi juara grup B, dan runner up Copa Indonesia. Hal ini menurut Freddy, tentu bukan masalah mudah untuk mengalahkannya.
“Anak-anak harus tampil disiplin dan konsentrasi penuh saat berlaga. Mereka harus mewaspadai siapapun pemain Persipura yang membawa bola, terutama Jeremiah dan Albeto,” kata Freddy Muli.
Pelatih kelahiran Palopo Sulawesi Selatan itu juga mengungkapkan, Gustavo Chena dan kawan-kawan akan tampil dengan permainan cepat dan keras, tapi tetap sportif, ciri khas permainan PSMS.
Sayangnya pada pertandingan itu, PSMS tak diperkuat satu pemainnya Mahyadi Panggabean yang absen kerena menikah. “Saya sudah menyiapkan pengganti Mahyadi, dan siapapun yang diturunkan harus siap tempur,” kata ayah dua anak itu menambahkan.
Berikut Prakiraan Susunan Pemain Persipura: Pola (3-5-2)
Jendri Pitoy, Bio Paulin, Victor Igbonefo, Ricardo, Jack Komboy, Bachtiar, Edu Ivakdalam, Paolo Rumere, Herlu Nerly, Albeto Goncalves, Jeremiah/ Boas Salossa.
Berikut Prakiraan Susunan Pemain PSMS: Pola ( 3-5-2 )
Markus Harison, Usep Munandar, Murphy K, Rommy, James Koko, Legimin, Chena, Mbom Mbom Julian, Masferi, Andres Formento, Saktiawan
Rahmad Khawatirkan Pemain ke-12
Secara materi pemain sebetulnya pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan, mengaku tak begitu khawatir menghadapi lawannya Persija Jakarta, pada babak semifinal, Rabu (6/2) di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan. Karena menurutnya, pasukan Laskar Wong Kito juga dihuni oleh pemain bagus dan berkelas secara kualitas, walaupun ia harus kehilangan Renato Elias, akibat akumulasi kartu kuning.
Rahmad, justru mengkhawatirkan pemain ke -12 Persija, yakni ribuan The Jak Mania yang tentu akan memberikan dukungan penuh kepada tim oranye.
“Dari materi pemain, Persija tak punya kelemahan, semua unggul dan berbahaya di semua lini. Tapi saya khawatir pemain ke-12 mereka, The Jak Mania,” kata Rahmad, kepada antvsports.com.
Pelatih yang pernah membawa persipura tahun 2005 lalu mengatakan, pasukannya tidak akan mudah untuk memenangkan pertandingan lawan Persija.
"Persija adalah tim yang sangat termotivasi, terutama setelah gagal menjadi juara Copa dan mereka juga akan bermain dengan dukungan ribuan penonton di Gelora Bung Karno. Dan ini yang harus diantisipasi,” kata Rahmad.
Untuk itu ia telah menginstruksikan agar Ferry Rotinsulu dan kawan-kawan bisa mempertebal kekuatan mental, saat menghadapi "teror" dari Jak Mania pada pertandingan nanti.
Rahmad juga mengatakan, tim asuhannya akan berusaha mengatasi kecepatan duet penyerang Persija, Bambang Pamungkas dan Aliyudin, serta menghambat terobosan dari sayap, terutama sayap kanan yang dihuni Ismed Sofyan dan Atep.
"Saya sudah mengingatkan para pemain Sriwijaya soal kekuatan Persija itu. Kami telah menyusun strategi untuk menghambatnya," jelas Rahmad.
Persija Matikan Zah Rahan
Sementara itu tim Persija Jakarta telah bertekad untuk mengalahkan Sriwijaya FC di Semifinal besok, Rabu (1/2), apalagi kata Ferry Indrasyarief, Asisten Menejer Persija Jakarta, tim Macan Kemayoran bisa tampil full team, tidak ada yang absen.
“Alhamdulillah pemain bisa main semua tidak ada yang cedera dan kami optimistis bisa memenangkan pertandingan, masa kami harus kalah di Senayan, yang notabenenya Jakarta rumah kita,” kata Ferry Indrasyarief kepada antvsports.com.
Sedangkan menurut Isman Jasulmei, pelatih Persija Jakarta, pasukannya telah diinstruksikan untuk tidak lengah dan tetap disiplin menjalankan tugasnya di lapangan. “Kami akan langsung tampil menekan dan berusaha untuk terus menyerang, kami juga akan melumpuhkan mental pemain Persija dengan gol cepat,” kata Isman Jasulmei.
Menurut Isman, semua pemain Sriwijaya harus diwaspadai pergerakannya, terutama para pemain asing Laskar Wong Kito. “Duet Lenglolo dan Kayamba harus diwaspadai, selain itu satu pemain sudah saya tugaskan untuk mematikan gerak Zah Rahan,” kata Isman.
Berikut Prakiraan Susunan Pemain Sriwijaya : Pola (3-5-2)
Ferry Rotinsulu, Amrizal, Charis Yulianto/Firmansyah, Renato, Isnan Ali, Zah Rahan, Wijay, Obiora, Christian Lenglolo, Christian Worabay, Keith Kayamba, Christian Lenglolo.
Sriwijaya Waspadai Masalah Mental
Preview
Selasa, 05 Februari 2008 21:17
Selasa, 05 Februari 2008 21:17
Juara Copa Dji Sam Soe Indonesia (CDSSI) 2007, Sriwijaya FC tengah dihadapkan masalah mental bertanding saat menghadapi Persija Jakarta Pusat di semifinal Liga Djarum Indonesia 2007, Rabu (6/2).
Hal itu diakui pelatih Rahmad Darmawan karena merasa anak asuhnya itu telah merasa sukses usai juara Copa.
"Anda bisa lihat saat penyisihan delapan besar lalu. Mereka tampil tanpa semangat. Untung kami masih bisa lolos,'' ujar Rahmad.
Selain itu, isu pemotongan bonus 20 persen dari manajemen saat juara copa, menjadi momok yang sangat mengganggu.
"Benar-benar sangat mengganggu. Tapi kami akan berusaha membenahinya,'' tambah Rahmad.
Sedianya pertandingan kedua tim dimainkan malam hari mulai pukul 18:00 WIB. Bagi Persija, jadwal itu sebenarnya menjadi kendala, mengingat mereka hanya sekali memainkan laga di malam hari saat berhadapan dengan Persita Tangerang.
"Semua pemain adalah profesional. Jadi tak ada masalah kami main malam hari", ujar Isman Jasulmei sebagai asisten pelatih.
Persija sendiri tengah mengalami euforia untuk merengkuh juara sekaligus mengulang prestasi tujuh tahun silam. Namun mereka patut waspada mengingat Sriwijaya merupakan lawan kuat.
Trauma kekalahan saat semifinal CDSSI 2007 saat kalah dari Persipura, tentunya tak ingin terulang.
Sementara pertandingan semifinal pertama digelar sore hari antar Persipura Jayapura berhadapan dengan PSMS Medan.
Di laga ini, pelatih Persipura, Raja Isa bin Akaram Shah, masih belum berani memainkan Boaz Salossa dengan alasan belum fit.
"Boas itu aset sepakbola Indonesia. Saya tak mau gegabah menurunkan dia karena masih dalam perawatan," kata Raja Isa."Tentu tenaga Boas sangat kami butuhkan, namun bukan berarti kami akan memaksanya untuk turun," tambahnya.
Adik Ortisan Salossa itu mengalami cedera patah tulang fibula kaki kanan saat memperkuat timnas Indonesia pada laga persahabatan melawan Hong Kong menjelang Piala Asia 2007 pada Juni tahun lalu.Sementara itu, PSMS tampil tanpa sang kapten Mahyadi Pangabean karena akan melangsungkan pernikahan.
Pelatih Freddy Mulli pun sudah mempersiapkan Legimin Raharjo sebagai penggantinya.
"Saya pikir, kualitas Legimin pun sama dengan Mahyadi. Maka dari itu, kami tidak begitu khawatir dengan pergantian ini,'' ujara Freddy."Semoga kami bisa mengalahkan Persipura dan akan menjadi kado terindah bagi sang kapten bila mampu ke final," pungkasnya.
Hal itu diakui pelatih Rahmad Darmawan karena merasa anak asuhnya itu telah merasa sukses usai juara Copa.
"Anda bisa lihat saat penyisihan delapan besar lalu. Mereka tampil tanpa semangat. Untung kami masih bisa lolos,'' ujar Rahmad.
Selain itu, isu pemotongan bonus 20 persen dari manajemen saat juara copa, menjadi momok yang sangat mengganggu.
"Benar-benar sangat mengganggu. Tapi kami akan berusaha membenahinya,'' tambah Rahmad.
Sedianya pertandingan kedua tim dimainkan malam hari mulai pukul 18:00 WIB. Bagi Persija, jadwal itu sebenarnya menjadi kendala, mengingat mereka hanya sekali memainkan laga di malam hari saat berhadapan dengan Persita Tangerang.
"Semua pemain adalah profesional. Jadi tak ada masalah kami main malam hari", ujar Isman Jasulmei sebagai asisten pelatih.
Persija sendiri tengah mengalami euforia untuk merengkuh juara sekaligus mengulang prestasi tujuh tahun silam. Namun mereka patut waspada mengingat Sriwijaya merupakan lawan kuat.
Trauma kekalahan saat semifinal CDSSI 2007 saat kalah dari Persipura, tentunya tak ingin terulang.
Sementara pertandingan semifinal pertama digelar sore hari antar Persipura Jayapura berhadapan dengan PSMS Medan.
Di laga ini, pelatih Persipura, Raja Isa bin Akaram Shah, masih belum berani memainkan Boaz Salossa dengan alasan belum fit.
"Boas itu aset sepakbola Indonesia. Saya tak mau gegabah menurunkan dia karena masih dalam perawatan," kata Raja Isa."Tentu tenaga Boas sangat kami butuhkan, namun bukan berarti kami akan memaksanya untuk turun," tambahnya.
Adik Ortisan Salossa itu mengalami cedera patah tulang fibula kaki kanan saat memperkuat timnas Indonesia pada laga persahabatan melawan Hong Kong menjelang Piala Asia 2007 pada Juni tahun lalu.Sementara itu, PSMS tampil tanpa sang kapten Mahyadi Pangabean karena akan melangsungkan pernikahan.
Pelatih Freddy Mulli pun sudah mempersiapkan Legimin Raharjo sebagai penggantinya.
"Saya pikir, kualitas Legimin pun sama dengan Mahyadi. Maka dari itu, kami tidak begitu khawatir dengan pergantian ini,'' ujara Freddy."Semoga kami bisa mengalahkan Persipura dan akan menjadi kado terindah bagi sang kapten bila mampu ke final," pungkasnya.
Langganan:
Postingan (Atom)
